Jumat, 19 September 2014

Beberapa Keutamaan Syuhada di Atas Para Nabi

نحمده ونصلي على رسوله الكريم
   بسم الله الرحمن الرحيم
وعلى عبده المسيح الموعود

Beberapa Keutamaan Syuhada di Atas Para Nabi


Dalam sebuah hadis, RasūlullāhSAW bersabda:

أَكْرَمَ اللّٰهُ تَعَالَى الشُّهَدَاءَ بِخَمْسِ كَرَامَاتٍ لَّمْ يُكْرَمْ بِهَا أَحَدٌ مِّنَ الْأَنْبِيَاءِ وَلَا أَنَا، إِحْدَاهَا: أَنَّ جَمِيْعَ الْأَنِبْيَاءِ قَبَضَ أَرْوَاحَهُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ، وَهُوَ الَّذِيْ سَيَقْبِضُ رُوْحِيْ، وَأَمَّا الشُّهَدَاءُ فَاللّٰهُ تَعَالٰى هُوَ الَّذِيْ يَقْبِضُ أَرْوَاحَهُمْ بِقُدْرَتِهِ كَيْفَ يَشَاءُ، وَلَا يُسَلِّطُ عَلٰى أًرْوَاحِهِمْ مَلَكَ الْمَوْتِ، وَالثَّانِيَةِ: أَنَّ جَمِيْعَ الْأَنْبِيَاءِ قَدْ غُسِلُوْا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَنَا أُغْسَلُ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَمَّا الشُّهَدَاءُ لَا يُغْسَلُوْنَ وَلَا حَاجَةَ لَهُمْ إِلٰى مَاءِ الدُّنْيَا، وَالثَّالِثَةِ: أَنَّ جَمِيْعَ الْأَنْبِيَاءِ قَدْ كُفِّنُوْا، وَأَنَا أُكَفَّنُ أَيْضًا، وَالشُّهَدَاءُ لَا يُكَفَّنُوْنَ بَلْ يُدْفَنُوْنَ فِيْ ثِيَابِهِمْ، وَالرَّابِعَةِ: أَنَّ جَمِيْعَ الْأَنْبِيَاءِ لَمَّا مَاتُوْا سُمُّوْا أَمْوَاتًا، وَإِذَا مِتُّ أَنَا يُقَالُ: قَدْ مَاتَ، وَالشُّهَدَاءُ لَا يُسَمَّوْنَ مَوْتٰى، وَالْخَامِسَةِ: أَنَّ الْأَنْبِيَاءَ تُعْطٰى لَهُمْ الشَّفَاعَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَشَفَاعَتِيْ أَيْضًا يَّوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأمَّا الشُّهَدَاءُ فَيُشَفَّعُ لَهُمْ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ فِيْمَنْ يَسْتَشْفِعُوْنَ.

“Sesungguhnya, Allah Taala memuliakan syuhada dengan 5 kemuliaan  yang tidak seorangpun dari antara para nabi dimuliakan dengannya, termasuk Aku. Yang pertama: Sesungguhnya, seluruh nabi, malaikat mautlah yang mencabut nyawa mereka. Dia jugalah yang akan mencabut nyawaku. Adapun syuhada, Allahlah yang langsung mencabut nyawa mereka dengan kodrat-Nya bagaimanapun Dia kehendaki. Dia tidak melimpahkan kekuasaan kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa mereka. Yang kedua: Sesungguhnya, seluruh nabi telah dimandikan setelah mereka wafat. Aku pun akan dimandikan setelah Aku wafat. Adapun syuhada, mereka tidak dimandikan dan mereka pun tidak membutuhkan air duniawi. Yang ketiga: Sesungguhnya, seluruh nabi telah dikafani. Aku pun akan dikafani. Adapun syuhada, mereka tidak dikafani, tetapi dikebumikan langsung dengan pakaian mereka. Yang keempat: Sesungguhnya, seluruh nabi, ketika wafat, mereka dinamai sebagai orang-orang yang wafat. Ketika Aku wafat, akan dikatakan kepadaku, ‘Beliau wafat.’ Adapun syuhada, mereka tidak dinamai orang-orang yang wafat. Yang kelima: Sesungguhnya, para nabi baru akan diberi karunia untuk memberikan syafaat pada hari kiamat. Aku pun baru akan memberikan syafaatku kelak pada hari kiamat. Adapun syuhada, mereka memberikan syafaat tiap harinya bagi mereka yang meminta syafaat.”

[Abū al-Laits Nar bin Muammad As-Samarqandī, Bar al-‘Ulūm v. 1, (Beirut: Dār Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1993 M/1413 H), h. 316]

Banyak hal yang bisa ditarik dari hadis ini. Yang jelas, Kita dapat mengetahui dari sini bahwa NabīĪsāas sudah wafat karena dalam hadis di atas, RasūlullāhSAW mempergunakan frasa جَمِيْعَ الْأَنِبْيَاءِ dengan tanpa pengecualian. Artinya, Nabi ‘Īsāas tercakup di dalamnya. Dengan demikian, tidak ada celah sedikitpun bagi Kita untuk menyatakan bahwa beliau masih hidup di langit biru dan kelak akan turun kembali pada akhir zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar