Senin, 09 Juni 2014

Puisi Bagi Luka Silam

نحمده ونصلي على رسوله الكريم
   بسم الله الرحمن الرحيم
وعلى عبده المسيح الموعود

Puisi Bagi Luka Silam


Aku, datang menerjang arah
Mencabik tiap satir di depan mata
Menembus tapal batas dengan gagah
Menghancurkan tiap rindu dan kecewa

Terkadang, memang, ini memang sulit
Untuk melupakan apa yang telah diingat
Namun, hidup bukanlah kumpulan rasa sakit
Pun tidaklah madu kenangan bagi lebah penyengat

Langkah harus tetap berderap maju
Dengan jombang dan gagah sekaligus
Walau, mungkin, luka tetap membujur kaku
Ah, lepaskanlah, agar tak terkesan rakus

Manusia adalah ladang persemaian
Juga, di sisi lain, petak untuk berduka
Jika cinta hanya sebatas buaian
Tak pantas Aku untuk memeluk murka

Pandangan mata melayang nun jauh
Melintas tabir yang terlihat bening
Meski, acapkali, belenggu tak dapat menjauh
Dari jiwa yang tersandera kasih nan berseruling

Aduhai, andai, andai Aku mampu
Untuk tak lagi menziarahi kuburan itu
Terlalu banyak, ya, jejak-jejak hantu
Yang tak memberi masa depan sebuah restu

Aku, kini sendiri dalam kesendirian
Siap bergegas maju, maju menghempas
Meninggalkan serpihan ketidakserasian
Menukar sedih dengan cahaya yang jelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar