Sabtu, 08 Februari 2014

Waktu Datangnya Masīḥ Mau‘ūd (as)

نحمده ونصلي على رسوله الكريم
   بسم الله الرحمن الرحيم
وعلى عبده المسيح الموعود
               
Waktu Datangnya Masīḥ Mau‘ūdas


Imam  Jalāl-ud-Dīn As-Suyūṭīrh, seorang teolog, fakih, mufasir, muḥaddits, lughawī, yang juga mujadid abad 9 Hijriah, pengarang tafsir ad-Durr al-Mantsūr dan al-Jalālain, pernah merilis nama-nama para mujadid dalam buku beliau, Tuḥfat al-Muhtadīn, sebagaimana dikutip oleh al-‘Aẓīmabādī dalam ‘Aun al-Ma‘būd. Pada akhir syair, beliau menubuatkan waktu kedatangan Masīḥ Mau‘ūdas dalam lima bait berikut:

عِيْسٰى نَبِيُّ اللّٰهِ ذُو الْآيَاتِ
وَفِي الصَّلَاةِ بَعْضُنَا قَدْ أَمَّهْ
بِحُكْمِنَا إِذْ فِي السَّمَاءِ يُعْلَمُ
وَيُرْفَعُ الْقُرْآنُ مِثْلَ مَا بُدِي
قِيَامِ السَّاعَهْ  مِنْ رَّفْعِهِ إِلٰى
وَآخِرُ الْمِئِيْنَ فِيْمَا يَأْتِيْ
يُجَدِّدُ الدِّيْنَ لِهذِي الْأُمَّةْ
مُقَرِّرًا لِّشَرْعِنَا وَيَحْكُمُ
وَبَعْدَهُ لَمْ يَبْقَ مِنْ مُّجَدِّدِ
وَتَكْثُرُ الْأَشْرَارُ وَالْإِضَاعَةْ

“Dan pada akhir 200 tahun mendatang, Nabī ‘Īsāas, sang pemilik tanda-tanda, akan muncul.

Beliau akan memperbaharui agama untuk umat ini. Sebagian orang di antara kita akan mengimami beliau dalam salat.

Beliau akan menjalankan syariat kita. Beliau pun akan berhukum dengan hukum kita lewat pengajaran langsung dari Tuhan Yang Di Langit

Setelah beliau, tidak akan lagi seorangpun mujadid. Alquran akan diangkat sebagaimana dahulu diturunkan

Kejelekan dan penyia-nyiaan amanat akan merajalela, sejak diangkatnya Alquran hingga berdirinya waktu yang telah ditentukan.”

Keterangan:

1. Sayyidunā Mirzā Ghulām Aḥmad al-Qādiānīas mengumumkan dan mendakwahkan diri sebagai mujadid pada 1883 M/1300 H, yakni lewat 200 tahun setelah 1000 H. Beliau menyebarkan lebih dari 200.000 ekslempar pendakwahan ke seluruh wilayah India.

2. Di antara tanda-tanda kebenaran dan kedatangan beliau adalah meletusnya Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 M di Teluk Betung, Banten, Hindia Belanda. Imam Abū Ja‘far al-Bāqirrh juga telah menubuatkan hal ini dengan menyebutnya “api dari sebelah timur”.

3. Beliau akan menjadi mujadid terbesar bagi umat Isam (al-Mujaddid al-A‘ẓam) sebagaimana ‘Īsā al-Masīḥas adalah mujadid terbesar bagi anak-anak Israel.

4. Dalam riwayat hidup beliau, disebutkan bahwa beliau sering mempersilakan murid-murid beliau untuk mengimami salat, wabil khusus Maulānā Nūr-ud-Dīnra dan Maulānā ‘Abd-ul-Karīm Sialkotīra;

5. Mirzā Ghulām Aḥmad al-Qādiānīas adalah seorang nabi yang tidak membawa syariat, tetapi berperan sebagai pembantu dan pelayan bagi syariat Ḥaḍrat Rasūlullāhsaw layaknya al-Masīḥas adalah penegak syariat al-Kalīm Mūsāas.

6. Imām Mahdīas mendapat pengajaran dan pendidikan secara langsung dari Allah, tidak dari seorangpun manusia.

7. Kedatangan mujadid telah terhenti dengan hadirnya al-Mahdīas. Yang ada setelah beliau adalah Khilāfah ‘Alā Minhāj an-Nubuwwah al-Aḥmadiyyah sampai hari kiamat.

8. Alquran memang sungguh telah diangkat, yakni manusia banyak meninggalkannya serta mengacuhkan perintah dan larangannya. Sayyidunā Mirzā Ghulām Aḥmad al-Qādiānīas datang untuk menghidupkan lagi ilmu-ilmu dan makrifat-makrifat Qurani yang telah lama terpendam dan terlupakan.

9. Penyia-nyiaan amanat sudah amat kentara saat ini. Masihkan kalian mengelak, wahai para pengelak?

..........

Dydimus Sahib

7 komentar:

  1. Masha Allah. Alhamdu lillaahilladzii ahdaka ilash shiraathil mustaqiim...

    BalasHapus
    Balasan
    1. In My Ummah, there shall be born Thirty Grand Liars (Dajjals), each of whom will claim to be a prophet, But I am the Last Prophet; there is No Prophet after Me. (Abu Dawood Vol 2 p. 228; Tirmidhi Vol 2 p.45)

      Hapus
    2. I think this is a recycled issue. Go and search for its explanation by Ahmadiyya scholars on alislam.org. Don't let yourself be deaf, dumb, and blind. Wassalam :)

      Hapus
  2. Ngapain berdasar kutipan al-‘Aẓīmabādī, mending coba lu baca Al-Urful Wardi fi Akhbar Al-Mahdi, itu kitab Al-Hafizh Jalaluddin Ash-Suyuthi rahimahullah yang ngebahas Imam Mahdi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, buku tersebut juga sangat bagus. Hanya saja, tidak semua hadits yang tercantum di dalamnya shahih. Lagipula, di sini saya hanya menerangkan suatu perspektif baru yang mungkin belum familiar di kalangan sebagian orang tentang waktu kedatangan Imam Mahdi dan al-Masih al-Mau'ud (as). Dan, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as) adalah sosok yang tepat berdasarkan nubuat-nubuat tersebut.

      Hapus
    2. semua kalo dipaksa paksakan dan dicocok cocokkan mungkin jadi bisa cocok, tapi tak satupun hadis yg menyatakan kalo mahdi berpenyakit GILA, hal ini menegaskan bahwa mustahil mahdi itu adalah si gulam amad alqadyani.

      Hapus
    3. Itu bukan dipaksakan, tetapi manifestasi dari nubuatan. Bisakah anda membedakannya?

      Hapus